Senin, 30 Oktober 2017

5 Efek Samping Menyantap Gorengan Secara Berlebihan


Karena rasanya renyah gurih, gorengan disukai banyak orang. Padahal ada efek samping pada tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Makanan berminyak ini sangat digemari, sampai-sampai di Amerika ada hari peringatan untuk makanan berminyak yang jatuh setiap tanggal 25 Oktober. Meskipun rasanya yang lezat dan gurih, tapi penting untuk mengetahui nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Makanan berminyak sering disebut menjadi pemicu timbulnya jerawat. Juga masalah kesehatan lainnya. Menurut Ayla Bammer, dokter gizi dari Boston, setidaknya ada 5 efek samping yang terjadi pada tubuh setelah menyantap makanan berminyak secara berlebihan, seperti yang dilansir Time (25/17) ini.

1. Mengganggu sistem pencernaan


"Saat kita makan makanan berminyak seperti gorengan, volume lemak yang berlebih memberi tekanan pada sistem pencernaan kita," ungkap Bummer.

Dari lemak, karbohidrat dan protein, lemak adalah yang paling lambat dicerna, dan memerlukan enzim dan cairan pencernaan, seperti empedu dan asam lambung untuk memecahnya. Ini bisa menghambat proses pencernaan, sehingga semakin banyak lemak yang menumpuk maka akan semakin keras juga sistem pencernaan bekerja memecahnya. Akibatnya perut menjadi kembung, mual, dan tidak nyaman.

2. Sakit perut


Gejala yang paling umum dari adanya gangguan pencernaan adalah sakit perut. "Makanan tidak hanya diam di dalam perut Anda, tapi bisa juga masuk ke dalam saluran usus yang membuat pencernaan terganggu. Banyak orang yang mengalami diare dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan berminyak.

3. Menghancurkan bakteri baik

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa makanan mempengaruhi perkembangan bakeri baik atau dikenal sebagai mikrobioma.

"Makanan berminyak tidak mengandung lemak sehat dan bergizi yang kita temukan pada makanan seperti alpukat, ikan, minyak zaitun, dan mentega," tutur Bummer. Bummer menyarankan untuk mengganti konsumsi minyak, ke minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun.

4. Menyebabkan jerawat


Memang jerawat tidak langsung muncul setelah mengonsumsi makanan berminyak, tapi Bummer mengatakan bahwa makanan berminyak mungkin berperan dalam menimbulkan jerawat.

"Efeknya tidak langsung, terjadi dari waktu ke waktu dan sebagai akibat dari pola makan. Jerawat sebagian bersar disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan ketidakseimbangan bakteri, sehingga makanan berminyak menimbulkan jerawat dan juga membahayakan kesehatan usus," pungkasnya.

5. Penyakit jantung dan diabetes

Jika pola makan Anda banyak konsumsi makanan berminyak, kemungkinan besar Anda akan memiliki risiko tinggi terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

Sebuah studi di tahun 2014 dari Harvard Chan School of Public Health menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan berminyak antara empat hingga enam kali per minggu memiliki resiko terkena diabetes tipe-2 hingga 39%, dan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga 23%. Bagi mereka yang mengonsumsi makanan berminyak setiap hari, presentase itu akan bertambah tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar